Bagaimana Cara Menumbuhkan Minat Belajar Siswa

Bagaimana Cara Menumbuhkan Minat Belajar Siswa Minat Belajar pada siswa adalah salah satu hal yang harus ditanamkan kepada seorang anak jauh-jauh dari sebelumnya. Karena minat belajar ini, sungguh sangat berpengaruh pada pola hidup sehat seorang anak. Bahkan dengan minat belajar, seorang siswa atau anak dapat menentukan arah kehidupan mereka sendiri, ketika mereka sudah tumbuh menjadi besar dan sudah bisa membedakan yang mana baik dan buruk buat kehidupan serta masa depan mereka kelak. Maka mulai dari sekarang, minat belajar pada siswa harus benar-benar diterapkan dalam kehidupan mulai dari sekarang.

Bagaimana Cara Menumbuhkan Minat Belajar Siswa

Bagaimana Cara Menumbuhkan Minat Belajar Siswa

Baiklah, untuk lebih mengefesienkan dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Langsung saja anda menyimak penjelasan artikel yang admin bagikan berikut ini, berhubungan dengan Bagaimana Cara Menumbuhkan Minat Belajar Siswa.

1. Cara Guru Dalam Menumbuhkan Minat Belajar Siswa

Ada beberapa macam cara yang dapat guru lakukan untuk membangkitkan minat anak didik sebagai berikut :

  • Membandingkan adanya suatu kebutuhan pada diri anak didik, sehingga dia rela belajar tanpa paksaan.
  • Menghubungkan bahan pelajaran yang diberikan dengan persoalan pengalaman yang dimiliki anak didik, sehingga anak didik mudah menerima bahan pelajaran.
  • Memberikan kesempatan kepada anak didik untuk mendapatkan hasil belajar yang baik dengan cara menyediakan lingkungan belajar yang kreatif dan kondusif.
  • Menggunakan berbagai macam bentuk dan teknik mengajar dalam konteks perbedaan individual anak didik (Djamarah, 1994).

2. Cara Menumbuhkan Minat Belajar dalam Diri Sendiri

  • Suatu hasrat keras untuk memperoleh nilai-nilai yang lebih baik dalam semua mata pelajaran.
  • Suatu dorongan batin memuaskan rasa ingin tahu dalam satu atau lain bidang studi.
  • Hasrat untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi.
  • Hasrat untuk menerima pujian dari orang tua, guru dan teman-teman.
  • Gambaran diri dimasa mendatang untuk meraih sukses dalam bidang khusus tertentu.

3. Minat melahirkan perhatian yang serta merta

Perhatian seseorang terhadap sesuatu hal dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu perhatian yang serta merta, dan perhatian yang dipaksakan.Perhatian yang serta merta secara spontan, bersifat wajar, mudah bertahan, yang tumbuh tanpa pemaksaan dan kemauan dalam diri seseorang. Sedang perhatian yang dipaksakan harus menggunakan daya untuk berkembang dan kelangsungannya.
Menurut Jhon Adams yang dikutip The Liang Gie (1998:29) mengatakan bahwa jika seseorang telah memiliki minat studi, maka saat itulah perhatiannya tidak lagi dipaksakan dan beralih menjadi spontan. Semakin besar minat seseorang, maka akan semakin besar derajat spontanitas perhatiannya. Pendapat senada juga dikemukakan oleh Ahmad Tafsir (1992:24) bahwa minat telah muncul maka perhatian akan mengikutinya. Tetapi sama dengan minat perhatian mudah sekali hilang.
Pendapat di atas memberikan gambaran tentang eratnya kaitan antara minat dan perhatian.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan perhatian seseorang dalam hal ini siswa terhadap sesuatu, maka terlebih dahulu harus ditingkatkan minatnya.

4. Minat memudahkan terciptanya konsentrasi

Minat memudahkan terciptanya konsentrasi dalam pikiran seseorang.Perhatian serta merta yang diperoleh secara wajar dan tanpa pemaksaam tenaga kemampuan seseorang memudahkan berkembangnya konsentrasi, yaitu memusatkan pemikiran terhadap sesuatu pelajaran.Jadi, tanpa minat konsentrasi terhadap pelajaran sulit untuk diperhatikan (The Liang Gie, 1998:29).Pendapat senada dikemukakan oleh Winkel (1996:183) bahwa konsentrasi merupakan pemusatan tenaga dan energi psikis dalam menghadapi suatu objek, dalam hal ini peristiwa belajar mengajar di kelas.Konsentrasi dalam belajar berkaitan dengan kemauan dan hasrat untuk belajar, namun konsentrasi dalam belajar dipengaruhi oleh perasaan siswa dan minat dalam belajar.
Pendapat-pendapat di atas, memberi gambaran bahwa tanpa minat konsentrasi terhadap pelajaran sulit dipertahankan.

5. Minat mencegah gangguan perhatian di luar

Minat studi mencegah terjadinya gangguan perhatian dari sumber luar misalnya, orang berbicara. Seseorang mudah terganggu perhatiannya atau sering mengalami pengalihan perhatian dari pelajaran kepada suatu hal yang lain, kalau minat studinya kecil. Dalam hubungan ini Donald Leired (The Liang Gie, 1998:30) menjelaskan bahwa gangguan-gangguan perhatian seringkali disebabkan oleh sikap batin karena sumber-sumber gangguan itu sendiri.

6. Minat memperkuat melekatnya bahan pelajaran dalam ingatan

Bertalian erat dengan konsentrasi terhadap pelajaran ialah daya mengingat bahan pelajaran.Pengingatan itu hanya mungkin terlaksana kalau seseorang berminat terhadap pelajarannya.Seseorang kiranya pernah mengalami bahwa bacaan atau isi ceramah sangat mencekam perhatiannya atau membangkitkan minat seantiasa teringat walaupun hanya dibaca atau disimak sekali.Sebaliknya, sesuatu bahan pelajaran yang berulang-ulang dihafal mudah terlupakan, apabila tanpa minat (The Liang Gie, 1998:30).Anak yang mempunyai minat dapat menyebut bunyi huruf, dapat mengingat kata-kata, memiliki kemampuan membedakan dan memiliki perkembangan bahasa lisan dan kosa kata yang memadai.

Penadapat di atas, menunjukkan terhadap belajar memiliki peranan memudahkan dan menguatkan melekatnya bahan pelajaran dalam ingatan.

7. Minat memperkecil kebosanan belajar dalam diri sendiri

Segala sesuatu yang menjemukan, membosankan, sepele, dan terus menerus berlangsung secara otomatis tidak akan bisa memikat perhatian (Kartini Kartono, 1996:31). Pendapat senada dikemukakan oleh The Liang Gie (1998:31) bahwa kejemuan melakukan sesuatu atau terhadap sesuatu hal juga lebih banyak berasal dari dalam diri seseorang daripada bersumber pada hal-hal di luar dirinya.Oleh karena itu, penghapusan kebosanan dalam belajar dari seseorang juga hanya bisa terlaksana dengan jalan pertama-tama menumbuhkan minat belajar dan kemudian meningkatkan minat itu sebesar-besarnya.

Disamping itu, beberapa ahli pendidikan berpendapat bahwa cara yang paling efektif untuk membangkitkan minat pada suatu subyek yang baru adalah dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada. Menurut Tanner and Tanner (1975) menyarankan agar para pengajar berusaha membentuk minat-minat baru pada siswa. Hal ini bisa dicapai melalui jalan memberi informasi pada siswa tentang bahan yang akan disampaikan dengan menghubungkan bahan pelajaran yang lalu, kemudian diuraikan kegunaannya di masa yang akan datang. Roijakters (1980) berpendapat bahwa hal ini bisa dicapai dengan cara menghubungkan bahan pelajaran dengan berita-berita yang sensasional, yang sudah diketahui siswa.

Harry Kitson (The Liang gie 1995:130) mengemukakan bahwa ada dua kaidah tentang minat (the laws of interest),yang berbunyi:

  • Untuk menumbuhkan minat terhadap suatu mata pelajaran, usahakan memperoleh keterangan tentang hal itu
  • Untuk menumbuhkan minat terhadap suatu mata pelajaran, lakukan kegiatan yang menyangkut hal itu.

Minat belajar akan tumbuh apabila kita berusaha mencari berbagai keterangan selengkap mungkin mengenai mata pelajaran itu, umpamanya arti penting atau pesonanya dan segi-segi lainnya yang mungkin menarik. Keterangan itu dapat diperoleh dari buku pegangan.ensiklopedi, guru dan siswa senior yang tertarik atau berminat pada mata pelajaran itu. Disamping itu perlu dilakukan kegiatan yang berhubungan dengan mata pelajaran itu, misalanya pada mata pelajaran seni rupa usahakan mengikuti apa yang harus dilakukan apakah dengan menggambar atau melukis. Dengan langkah-langkah itu minat siswa terhadap mata pelajaran itu akan tumbuh.

JT. Loekmono (1985:98), mengemukakan bahwa cara-cara untuk menumbuhkan minat belajar pada diri siswa adalah sebagai berikut :
  • Periksalah kondisi jasmani anak, untuk mengetahui apakah segi ini yang menjadi sebab.
  • Gunakan metode yang bervariasi dan media pembelajaran yang menarik sehingga dapat merangsang anak untuk belajar
  • Menolong anak memperoleh kondisi kesehatan mental yang lebih baik.
  • Cek pada orang atau guru-guru lain , apakah sikap dan tingkah laku tersebut hanya terdapat pada pelajaran saudara atau juga ditunjukkan di kelas lain ketika diajar oleh guru-guru lain.
  • Mungkin lingkungan rumah anak kurang mementingkan sekolah dan belajar. Dalam hal ini orang-orang di rumah perlu diyakinkan akan pentingnya belajar bagi anak.
  • Cobalah menemukan sesuatu hal yang dapat menarik perhatian anak, atau tergerak minatnya. Apabila minatnya tergerak, maka minat tersebut dapat dialihkan kepada kegiatan-kegiatan lain di sekolah.

Pendapat lain yang berkaitan dengan upaya menumbuhkan atau meningkatkan minat belajar, dikemukakan oleh Crow and Crow (The Liang Gie 1995:132) yang menyatakan bahwa untuk mendukung tumbuhnya minat belajar yang besar, perlu dibangun oleh motif-motif tertentu dalam batin seseorang siswa. Ada lima motif penting yang dapat mendorong siswa untuk melakukan studi sebaik-baiknya, yaitu :

  • Suatu hasrat keras untuk mendapatkan angka-angka yang lebih baik dalam sekolah.
  • Suatu dorongan batin untuk memuaskan rasa ingin tahu dalam satu atau lain bidang studi.
  • Hasrat untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi.
  • Hasrat untuk menerima pujian dari orang tua, guru, atau teman.
  • Cita-cita untuk sukses di masa depan dalam suatu bidang khusus.

Maka dari itu, penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar juga dapat menumbuhkan minat belajar siswa. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Hamalik (Arsyad Azhar 2007:15) yang mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.

Dari beberapa pendapat yang telah dikemukakan dapat dipahami bahwa banyak sekali faktor yang dapat menumbuhkan atau membangkitkan minat belajar bagi siswa.Tinggal bagaimana upaya yang harus kita lakukan sebagai seorang guru dalam memecahkan masalah ini, sehingga siswa terbantu untuk menemukan minatnya dalam mengikuti pembelajaran.Siswa yang memiliki karakter yang berbeda-beda memerlukan penanganan yang berbeda pula, termasuk dalam hal menumbuhkan minat belajarnya. Dengan adanya upaya dari guru dan pihak lain dalam menumbuhkan minat belajar bagi siswa, diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang akhirnya tertuju pada keberhasilan belajar siswa.

Itulah penjelasan artikel yang kami bagikan di atas, membahas tentang Bagaimana Cara Menumbuhkan Minat Belajar Siswa. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan, wawasan anda dalam mendidika anak dengan sebaik-baiknya, dengan minat belajar yang tinggi.
Bagaimana Cara Menumbuhkan Minat Belajar Siswa | admin | 4.5